Pola-pola perubahan sosial budaya

Ada beberapa pola-pola perubahan sosial budaya yaitu yaitu difusi, evolusi dan akulturasi.
Dibawah ini akan dijelaskan sedikit mengenai hal tersebut.

Akulturasi

Akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul dimana suatu kelompok manusia dengan kebudayaan tertentu yang mereka miliki dihadapkan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing. Sehingga kebudayaan asing itu lambat laun akan diterima/diresap dan diolah ke dalam kebudayaannya sendiri tanpa menyebabkan hilangnya unsur kebudayaan asli dari kelompok itu sendiri. Proses akulturasi itu memang ada sejak dahulu kala dalam sejarah kebudayaan manusia, tetapi proses akulturasi yang mempunyai sifat yang khusus baru timbul ketika kebudayaan bangsa-bangsa di Eropa Barat mulai menyebar ke semua daerah lain di muka bumi ini. Seperti yang telah kita ketahui bahwa sejak dahulu kala dalam sejarah kebudayaan manusia ada gerak migrasi yaitu gerak perpindahan dari suku-suku bangsa di muka bumi. Migrasi tentu mengakibatkan pertemuan-pertemuan antara kelompok-kelompok manusia dengan kebudayaan yang berbeda-beda dan akibatnya ialah bahwa individu-individu dalam kelompok-kelompok itu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing. Dengan demikian terjadilah akulturasi budaya di antara kelompok-kelompok itu.

Asimilasi

Asimilasi adalah pembauran dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaa campuran . Biasanya golongan yang ikut dalam suatu proses asimilasi dalah suatu golongan mayoritas dan beberapa golongan minoritas. Biasanya golongan minoritas inilah yang mengubah sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan dan menyesuaikannya dengan kebudayaan golongan mayoritas secara sedemikian rupa sehingga lambat laun kehilangan kebudayaannya, dan masuk kedalam kebudayaan mayoritas ( Koentjaraningrat, 1979:255). Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara golongan atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.

Difusi

Difusi adalah salah satu bentuk penyebaran antau bergeraknya unsur-unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lainnya. Dimana penyebaran unsur-unsur kebudayaan biasanya dibawa oleh sekelompok manusia dari suatu kebudayaan yang melakukan migrasi ke suatu tempat. Bentuk Penyebaran kebudayaan itu dapat terjadi dengan berbagai cara:

1)Adanya individu-individu tertentu yang membawa unsur-unsur kebudayaannya ke tempat yang jauh. Misalnya para pelaut dan musafir. Mereka pergi hingga jauh ke suatu tempat dan mereka mendifusikan budaya-budaya mereka, darimana mereka berasal yang mana hal ini biasanya dilakukan para musafir.
2) Penyebaran unsur-unsur kebudayaan yang dilakukan oleh individu-idividu dalam suatu kelompok dengan adanya pertemuan antara individu-individu kelompok yang lain. Disinilah terjadi proses difusi budaya dimana mereka saling mempelajari dan saling memahami antara budaya mereka masing-masing.
Cara lain adalah adanya bentuk hubungan perdagangan, dimana para pedagang masuk ke suatu wilayah dan unsur-usur budaya pedagang tersebut masuk ke dalam kebudayaan penerima tanpa disengaja.

Evolusi

Evolusi merupakan perubahan yang dialami suatu masyarakat yang biasanya berkembang dari tingkat sederhana ke tingkat yang lebih kompleks. Dimana perubahan ini terjadi dalam waktu yang lama dan melalui beberapa tahap-tahapan. Sehingga sewaktu dalam proses perkembangannya unsur-unsur kebudayaan suatu masyarakat itu juga ikut mengalami perubahan yang mana disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Evolusi yang umum biasanya menunjukkan pada kemajuan umum dari masyarakat manusia ke dalam bentuk-bentuk yang lebih tinggi, bangkit dari dan melampaui bentuk-bentuk yang lebih terbelakang (T.O.Ihromi, 2006:65).

Pemabaruan Atau Inovasi

Inovasi atau pembaruan adalah suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi dan dibuatnya produk-produk yang baru. Dari hal itu tersebut kita dapat melihat pembaharuan kebudayaan khususnya mengenai unsur teknologi dan ekonomi. Dalam proses pembaruan ini biasanya tidak terlepas dengan penemuan (discovery) dan ciptaan baru (invention) dalam teknologi karena pembaruan sangat erat kaitannya dengan kedua hal tersebut. Discovery merupakan suatu penemuan dari suatu unsur kebudayaan yang baru, baik berupa suatu alat baru dan ide baru, yang diciptakan oleh seorang individu maupun sekelompok orang dalam masyarakat bersangkutan. Sedangkan ciptaan baru (invention) adalah suatu bentuk baru baik dalam berupa benda atau pengetahuan yang dilakukan dengan melalui proses penciptaan yang mana penciptaan ini didasarkan dengan penggabungan dari pengetahuan-pengetahuan yang sudah ada mengenai benda atau gejala. Koentjaraningrat mengatakan bahwa discovery baru menjadi invention apabila masyarakat sudah mengakui, menerima dan menerapkan penemuan baru tersebut. Koentjaraningrat juga mengatakan bahwa ada tiga hal pendorong agar adanya penemuan baru. Ketiga pendorong tersebut yaitu ( Koentjaraningrat, 1979:258): (1) kesadaran akan para individu akan kekurangan dalam kebudayaan; (2) mutu keahlian dalam suatu kebudayaan; (3) sistem perangsang bagi aktivitas mencipta dalam masyarakat. Ketiga hal inilah yang mendorong agar adanya penemuan baru. Dimana setelah diterapkannya dan digunakannya penemuan baru tersebut maka disaat itu juga unsur-unsur kebudayaan dari suatu masyarakat tersebut ikut mengalami perubahan. Dimana perubahan yang terjadi mungkin disadari atau tidak disadari oleh masyarakat tersebut.

4 komentar:

  1. Wahhh
    lama gak sempat,,,
    Banyak kerjaan

    BalasHapus
  2. sy mw nanya mengenai budaya religi
    sebenarnya budaya religi itu gimana sih?
    pengertian berdasarkan referensi/literatur:
    budaya religi?

    BalasHapus
  3. @ Anonim: Sory ya,,lama balasnya <:= heee.Untuk mengenai budaya religi dan untuk leteraturnya. Anda dapat membaca buku Kebudayaan dan Mentalitet karangan Koentjaraningrat...

    ATau coba lihat di website ini, mungkin sekedar tambahan
    http://antropologi-sosial.blogspot.com/2009/02/teori-teori-evolusi-kebudayaan-by.html

    BalasHapus

SHARE